Hiu Berjalan, Hiu Endemik Halmahera penghuni Segitiga Terumbu Karang

Reading time: 3 menit
hiu berjalan halmahera
Hiu Berjalan, Hiu Endemik Halmahera penghuni Segitiga Terumbu Karang. Foto: M. V. Erdmann

Sobat Greeners, pernahkah Anda menonton film Shark Tale? Di film itu menggambarkan berbagai macam hiu, namun tidak satu pun dari mereka yang berjalan. Tahukah Anda, di Tanah Air, tepatnya di Halmahera ada fauna unik Hiu Berjalan, lho! Simak ulasannya di bawah ini, ya.

Indonesia sebagai wilayah segitiga terumbu karang dunia memiliki keanekaragaman jenis terumbu karang dan ikan karang yang tinggi.

Jamaknya keanekaragaman habitat ini serta merta memberikan pengaruh terhadap tingginya jumlah spesies yang hidup di daerah terumbu karang. Salah satunya hiu.

Seperti yang kita ketahui, hiu merupakan hewan predator yang hidup di sekitar terumbu karang dan bergerak disekitar dasar perairan.  Hewan predator ini pun berada pada tingkat atas rantai makanan.

Hiu berjalan halmahera (Hemiscyllium halmahera) merupakan spesies endemik yang terdapat di perairan Maluku Utara.

Fauna ini memiliki nama lokal yang beragam, yakni gurango tokek, gurango bodo, gurango buta, gurango loreng, gurango nyare, dan gurango haga.

Mata internasional mengenali spesies ini sebagai bamboo shark atau hiu bambu. Mereka termasuk ke dalam famili Hemiscylliidae jenis ikan karang (Allen et al. 2013).

hiu berjalan halmahera

Mata internasional mengenali spesies ini sebagai bamboo shark atau hiu bambu. Foto: G. R. Allen.

Baca juga: Pohon Senggani, Flora Liar yang Bermanfaat bagi Kesehatan

Daerah Persebaran

Jenis hiu ini ditemukan kali pertama oleh Gerald R. Allen, tahun 2013 pada dua titik di perairan Halmahera yakni Ternate dan Bacan.

Perairan Maluku Utara yang menjadi tempat tinggal fauna ini, secara ekologi termasuk dalam wilayah segitiga terumbu karang dunia.

Secara umum habitat spesies ini di daerah terumbu karang, lamun, mangrove, dan substrat pasir dengan sedikit tumbuhan air di perairan dangkal.

Hanya terdapat dua genus dalam famili ini yaitu Hemiscylllium dan Chiloscyllium. Persebaran populasi dari hiu berjalan secara umum dapat kita itemukan di Australia hingga Papua Nugini.

Namun, terdapat satu spesies yang hanya hidup di Indonesia tepatnya di Halmahera, kawasan yang terletak 130 km dari Barat Raja Ampat.

Persebaran lokal hiu berjalan biasanya tidak jauh dari pulau utama dan areanya biasanya dangkal tidak lebih dari 50-100 m.

Secara umum habitat spesies ini di daerah terumbu karang, lamun, mangrove, dan substrat pasir dengan sedikit tumbuhan air di perairan dangkal. Foto: T. Mulder.

Ciri-ciri dan Morfologi

Sumber-sumber kajian menjelaskan bahwa hiu berjalan merupakan hewan nokturnal atau beraktivitas hidup pada malam hari.

Kebiasaan unik dari hiu ini adalah “berjalan” pada saat mencari mangsa yang berupa ikan kecil, invertebrata bentik, dan udang-udangan. 

Morfologi hiu berjalan pada genus Hemiscylllium yaitu mempunyai tubuh yang kecil biasanya panjang total tubuhnya kurang dari 85 cm dan rata-rata panjang totalnya adalah 70 cm.

Dia memiliki corak yang berbeda-beda pada seluruh bagian tubuhnya, mulut transversal kecil yang terletak di bawah mata, memiliki dua sirip dorsal dengan ukuran yang sama, dan ekor ramping yang panjang (Allen et al. 2016, dalam Penelitian Arini Silma Permata Putri (2019), Fakultas Perikanan dan Kelautan, IPB).

Umumnya hiu unik ini tidak bisa berenang melewati perairan yang dalam, walaupun jaraknya hanya beberapa kilometer.

Kemampuan renang yang buruk dan proses reproduksi hiu berjalan yang berada di daerah bentik membuat hiu ini memiliki distribusi yang terbatas.

Adanya keberadaan hiu berjalan endemik Halmahera ini menambah kekayaan keanekaraga  man hayati laut Indonesia.

Taksonomi Hiu Berjalan Halmahera

taksonomi hiu berjalan

Referensi

Gerald R. Allen, dkk., International Journal of Ichthyology

Nebuchadnezzar Akbar, dkk., Jurnal Iktiologi Indonesia

Arini Selma Permata Putri, Institut Pertanian Bogor

Penulis: Sarah R. Megumi

Top
You cannot copy content of this page