Badai Kerispatih Ingatkan Pentingnya Komitmen Dalam Memelihara Hewan

Reading time: 2 menit
Badai 'Kerispatih'. Foto: greeners.co/Renty Hutahaean

(Greeners) – Beragam alasan seseorang untuk memiliki hewan peliharaan, namun banyak diantara pemilik hewan yang tidak memiliki komitmen untuk memelihara hewan peliharaan mereka. “Kalau kamu memelihara hewan, ya harus punya komitmen. Hewannya ya dirawat, dikasih makan, dimandikan,” ujar Badai dari grup band Kerispatih kepada Greeners di sebuah Cafe di Jakarta beberapa waktu lalu.

Pria bernama asli Doadibadai Hollo ini mengaku sudah satu tahun belakangan bergabung dengan organisasi pecinta hewan. Tidak tanggung-tanggung, ia berkontribusi untuk dua organisasi pecinta hewan sekaligus, Animal Defenders Indonesia dan Garda Satwa Indonesia.

“Saya dengan teman-teman di Animal Defenders dan Garda Satwa berusaha menolong hewan-hewan yang ditelantarkan itu. Paling tidak, aku memberikan info jika ada anjing atau hewan yang harus di rescue. Kalau masih ada tempat di rumah, ya kita ambil untuk diadopsi,” ujarnya.

Rasa prihatin terhadap perbuatan tidak menyenangkan pada makhluk hidup, terutama hewan, menjadi alasan Badai untuk turut bergabung dalam organisasi tersebut. Ia pun menekankan pentingnya memiliki komitmen jika ingin memelihara hewan.

“Banyak banget orang yang memelihara hewan tapi sekadar pelihara. Mereka tidak merawat dan mengurus dengan baik. Bagi saya, memelihara dan mengurus hewan itu komitmen dari awal hewan itu kita ambil sampai dia meninggal. Itu sebuah komitmen,” tegasnya.

Badai sendiri sudah memelihara tiga anjing, yaitu Golden Retriever, Siberian Husky, dan anjing dengan ras campuran. Dua diantaranya merupakan hewan adopsi. “Siberian husky aku adopsi dari Animal Defenders. Dia diselamatkan karena ditelantarkan ownernya. Dan, mix breed, anjing kampung yang ibunya meninggal, jadi aku ambil dan aku rawat,” katanya.

Bergabung dengan kelompok pecinta satwa juga memberikan banyak informasi kepada Badai, salah satunya kampanye “Dogs Are Not Food” (anjing bukanlah makanan, Red.) yang digagas oleh Garda Satwa Indonesia.

“Keluarga saya berasal dari timur Indonesia. Daerah timur Indonesia, seperti Ambon, Nusa Tenggara, Papua, suka makan daging anjing dan itu sudah bagian dari budaya disana. Tapi setelah saya akhirnya memelihara anjing, saya tahu tidak sepantasnya kita menikmati mereka (anjing) sebagai makanan,” ujar pria yang sedang menggalakan makan sayur dan beras merah ini.

Lebih lanjut Badai mengatakan bahwa ia tidak bermaksud mendeskreditkan hewan lain yang diternakkan untuk dikonsumi. Namun menurutnya, sekalipun anjing dibiakan, namun bukan untuk dimakan melainkan untuk diadopsi. Ia pun menolak jika anjing diperjual belikan karena baginya, anjing bukan komoditi atau barang dagangan.

“Yang penting kampanye penyelamatan hewan atau mahkluk hidup dan lingkungan harus tetap dilaksanakan karena lingkungan itu bernyawa. Dan yang kedua, sayangi mahkluk hidup dengan tidak mengeksploitasi mereka untuk kepentingan pribadi atau golongan,” pesannya sebelum menutup pembicaraan.

(G08)

Top
You cannot copy content of this page