SUPERNOVA: Ksatria, Putri, dan Bintang Jatuh

Reading time: 2 menit
Film SUPERNOVA: Ksatria, Putri, dan Bintang Jatuh. Gambar: Soraya Intercine Films

Judul film: SUPERNOVA: Ksatria, Putri, dan Bintang Jatuh
Sutradara: Rizal Mantovani
Pemain: Herjunot Ali, Raline Shah, Paula Verhoeven, Fedi Nuril, Arifin Putra, Hamish Daud
Produksi: PT Soraya Intercine Films, Desember 2014
Durasi: 136 menit

Hidup penuh dengan pilihan. Banyak orang berusaha memaknai hidup namun hanya sedikit yang benar-benar memilih menikmati proses hidup itu sendiri. Dewi ‘Dee’ Lestari bahkan menawarkan pilihan bahwa bukan melulu “aku berpikir maka aku ada” atau cogito ergo sum, melainkan opto ergo sum yang berarti “aku memilih maka aku ada”.

Film yang diangkat dari novel karangan Dewi Lestari dengan judul yang sama ini mengajak penonton untuk merenungkan atau setidaknya berpikir kembali bahwa ada begitu banyak pilihan dalam hidup. Berikut dengan konsekuensinya.

Adalah Rana (Raline Shah) yang memilih menikah dengan Arwin (Fedi Nuril) dengan harapan hidupnya akan bahagia. Pertimbangan bibit, bebet, bobot nampaknya menjadi standar Rana saat memilih Arwin. Namun, kebahagiaan dan perasaan dicintai justru muncul setelah ia bertemu dengan Fere (Herjunot Ali), seorang pengusaha muda sukses yang menjadi nara sumber tulisannya.

Di lain cerita, Dimas (Hamish Daud) dan Reuben (Arifin Putra) adalah dua orang yang menciptakan kisah cinta segitiga Rana, Arwin, dan Fere. Mereka pun memasukan seorang cyber avatar bernama Diva (Paula Verhoeven). Siapa sangka, dipenghujung cerita, keadaan justru diluar kendali keduanya.

Sebagaimana bukunya, film ini penuh dengan dialog-dialog yang bercampur dengan istilah ilmiah. Namun, Rizal Mantovani yang bertindak sebagai sutradara mengaku tidak ingin terjebak dalam detail buku yang masuk dalam jajaran “Best Seller” tidak lama setelah diterbitkan pada tahun 2001 lalu itu.

“Dalam adaptasi ini saya mencoba bagaimana caranya mengambil bukan detailnya, tapi spirit dan soul-nya,” ujarnya di Plaza Senayan beberapa waktu lalu.

Jika merasa pusing dengan dialog yang dilontarkan oleh keenam tokoh cerita tersebut, mungkin mencermati keindahan kota Bali, Jakarta, Medan, Madura, Banyuwangi, Labuan Bajo dan Washington yang menjadi setting film ini dapat meringankan pikiran Anda. Film berdurasi 136 menit ini tayang serentak di bioskop pada tanggal 11 Desember 2014.

(G08)

Top
You cannot copy content of this page