EcoDrain: Gadget Penyerap Energi

Reading time: 2 menit
Ilustrasi: ist.

Beberapa tahun yang lalu, seorang insinyur yang sedang mandi di bawah pancuran air dan memperhatikan air yang mengalir ke lubang pembuangan, berpikir seberapa banyak energi yang terbuang. Jawabannya, setelah diteliti, cukup besar. Setelah proses pemanasan dan pendinginan, air panas menghabiskan lebih banyak energi dibanding semua kebutuhan lain di rumah, dan 80-90% energi tersebut terbuang hanya sesaat setelah air tersebut mengalir ke luar dari pancuran air.

Bayangkan jika panas tersebut dapat ditangkap kembali untuk membuat air tetap panas. Setelah membentuk sebuah tim dan melakukan 4.700 uji coba, seorang insinyur David Velan akhirnya menemukan desain yang memungkinkan hal tersebut terjadi – sebuah alat yang menarik panas dari air panas selagi air mengalir, dan memasok panas tersebut kembali ke air bersih untuk memanaskannya.

Foto: ecodrain.com

Foto: ecodrain.com

Produk ini terdiri dari 2 bagian ruang yang mana air kotor dialirkan terpisah, sehingga hanya panasnya saja yang digunakan kembali. Alat ini membantu menghemat penggunaan energi hingga 45%.

Bukan hanya Velan yang memiliki ide ini, namun alat temuannya ini bisa jadi alat pertama yang dapat berfungsi dengan sangat praktis. “Menangkap panas dari air pancuran ternyata sangat sederhana,” kata Velan.

Alat ini mudah dipasang, hemat biaya, tahan lama dan aman. “Tampak mudah untuk menciptakan alat yang memenuhi kriteria seperti ini, namun kenyataannya tidak semudah itu,” katanya. “Kami telah membuat ratusan prototype alat ini.”

Alat ini, EcoDrain, dipasang dengan posisi horizontal sehingga mudah ditempatkan di sebelah pengering dimana suhu air berada pada titik terpanas. Sang desainer memperkirakan harga alat ini setara dengan penghematan biaya listrik selama 2 tahun, dan alat ini tahan hingga 30 tahun.

Contohnya di rumah sakit, dimana alat ini dipasang di sebuah mesin cuci yang dioperasikan setiap hari, Velan memperkirakan potensi penghematan biaya dan energi mencapai 768 kali dibanding dari pancuran air panas selama 10 menit.

Alat ini bisa juga digunakan dengan cara lain. “Air dingin, seperti air dari toilet di sebuah perkantoran bisa digunakan untuk pendingin,” kata Velan, menjelaskan bahwa salah satu bentuk pendingin ruangan pertama menggunakan air sebagai pendinginnya. Itu air limbah tapi bila dinginnya dikumpulkan, bisa jadi bentuk penghematan energi juga.

(G33)

Sumber: www.fastcoexist.com

Top
You cannot copy content of this page