Pendidikan Lingkungan Bersama Sakola Cikapundung

Reading time: 2 menit
Foto: @SklCikapundung

Bandung (Greeners) – Keberadaan kota Bandung tentu tidak akan lepas dari sungai Cikapundung yang menjadi sumber air untuk sebagian warganya. Sungai sepanjang 28 kilometer yang terbentang dari utara hingga selatan Kota Kembang ini, kini kondisinya sangat jauh dari asri.

Melihat kondisi tersebut, Gian Ergiansyah bersama teman-temannya membentuk Sakola Cikapundung. Sekolah yang berlokasi di sekitar Curug Dago tersebut bukanlah sekolah formal pada umumnya, melainkan kegiatan mengajar setiap hari Sabtu yang dilakukan Gian bersama teman-temannya. Pengajaran mengenai lingkungan dengan berbahasa Inggris adalah cara kelompok ini memberikan pendidikan.

Foto: @SklCikapundung

Gian yang bertindak sebagai Kepala Sekolah Sakola Cikapundung, menyatakan bahwa masalah lingkungan adalah masalah sosial, sehingga perlu memperbaiki masalah sosial warga sekitar untuk menyelesaikan persoalan lingkungan yang terjadi.

“Kebanyakan masalah lingkungan tuh yang dilihatnya itu-itu saja. Penyelesaiannya teknis, jarang menyentuh masalah sosial. Padahal, masalah lingkungan itu masalah sosial,” ungkap pria berusia 26 tahun ini.

Salah satu masalah sosial yang dihadapi Gian adalah keyakinan warga sekitar bantaran Cikapundung yang menabukan mereka mengubah kondisi lingkungan sekitarnya. Namun, dengan pendekatan yang dilakukan bertahap, Gian dan rekan-rekannya mampu menumbuhkan kepedulian warga terhadap lingkungannya.

“Kami juga sedang mengupayakan manajemen sampah, jadi masyarakat diminta memisahkan tempat sampah yang organik dan anorganik,” tambah Gian.

Dalam mengatasi sampah, kelompok ini mendapat bantuan mesin pencacah sampah dari Bappenas, sehingga sampah yang terkumpul bisa diolah kembali.

Abah Lili, salah seorang tokoh masyarakat bantaran sungai Cikapundung sekaligus kuncen Curug Dago mengaku sangat mendukung kegiatan Sakola Cikapundung ini.

“Ya, sangat bagus Sakola ini. Jadi, anak-anak disini makin pintar, pada bisa bahasa Inggris, dan semoga itu jadi bekal mereka kedepannya,” ungkap Abah Lili dengan penuh rasa gembira.

Nada serupa juga diungkapkan murid-murid yang belajar di Sakola Cikapundung. Ilham salah satunya. “Senang belajar disini, kakak-kakaknya baik. Sekarang saya sudah tahu gimana cara ngebersihin sungai Cikapundung,” ujar Ilaham sambil tersenyum.

Sakola Cikapundung terbuka bagi siapa saja yang ingin memberikan pengajaran, sehingga banyak kelompok mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi di Bandung yang bergantian mengajar. Sakola Cikapundung dapat disapa melalui akun twitter @SklCikapundung.

(Rifki A. Fahmi)

Top

You cannot copy content of this page