Edukasi Bersih Sampah, KLHK Luncurkan Film Animasi Pulau Akko

Reading time: 2 menit
film animasi pulau akko
Direktur Jenderal Pengelolaan Sampah, Limbah dan Bahan Beracun Berbahaya KLHK Rosa Vivien Ratnawati dalam peluncuran film animasi Pulau Akko di Arboretum Lukito Daryadi Gedung Manggala Wanabakti, Jakarta, Jumat (10/05/2019). Foto: KLHK

Jakarta (Greeners) – Sebagai bagian dari Kampanye Ramadhan Bersih Sampah, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) meluncurkan film animasi berjudul Pulau Akko. Film ini untuk mengedukasi dan mendorong kepedulian anak-anak terhadap sampah. Dalam setiap episodenya akan diceritakan bagaimana para maskot yakni Akko, Atlas, Lola, Qiyu, dan Monang berinteraksi dalam setiap perilaku kehidupan sehari-hari yang berkaitan dengan pola hidup bersih sampah.

Direktur Jenderal Pengelolaan Sampah, Limbah dan Bahan Beracun Berbahaya KLHK Rosa Vivien Ratnawati mengatakan kampanye ini menyasar anak-anak usia dini sebagai bagian dari aksi untuk menjaga pengelolaan sampah yang berkelanjutan dan menjamin kehidupan di masa datang yang bersih dari sampah serta lingkungan yang sehat dan bernilai. Film animasi Pulau Akko diharapkan dapat memberikan edukasi dengan bahasa yang mudah dicerna kepada anak-anak tentang bahaya sampah plastik dan cara untuk menguranginya.

“Sebagai awal, pada hari ini memang yang kami ajak adalah komunitas anak-anak sekaligus hari ini peluncuran animasi Pulau Akko. Intinya adalah kita mau mengajak anak-anak untuk paham terhadap bagaimana mengolah sampah dengan baik,” ujar Vivien saat acara peluncuran yang berlangsung di Arboretum Lukito Daryadi Gedung Manggala Wanabakti, Jakarta, Jumat (10/05/2019).

BACA JUGA: Gerakan Indonesia Bersih Diluncurkan, Luhut: Saatnya Kampanye Peduli Sampah! 

Peluncuran film Pulau Akko dihadiri ratusan anak-anak sekolah. Dalam acara ini, Vivien menyampaikan tentang bahaya sampah plastik bagi lingkungan serta mengajak untuk membawa tumbler ketika bersekolah.

“Ayo mengurangi timbulnya sampah. Lebih baik bawa piring dan botol minum sendiri, sebab yang namanya plastik tidak bisa terurai di alam dan butuh waktu ratusan tahun. Dari sedotan saja dalam sehari Indonesia menghasilkan 93 juta sampah sedotan plastik yang jika terbuang ke alam sangat membahayakan lingkungan,” katanya.

film animasi pulau akko

Lima maskot dalam film Pulau Akko yakni Akko, Atlas, Lola, Qiyu, dan Monang. Foto: greeners.co/Dewi Purningsih

Film animasi Pulau Akko menampilkan lima karakter berdasarkan hewan-hewan unik di Indonesia. Kelima karakter ini mempromosikan perilaku bersih sampah Indonesia dengan konsep visual paper folding atau biasa disebut Paper Toy. Film yang dibuat berseri ini akan ditayangkan melalui media daring mulai awal Juni 2019.

“Kami percaya bahwa pengelolaan sampah yang baik salah satunya adalah melalui aspek edukasi sehingga dalam acara-acara seperti ini kami memberikan edukasi dan wawasan kepada seluruh pihak agar mengelola sampah dengan baik,” ujar Vivien.

BACA JUGA: Jelang Ramadhan, Pemerintah Ajak Masyarakat “Mudik Tanpa Sampah” 

Vivien juga mengatakan bahwa saat ini KLHK terus mendorong asosiasi untuk kemasan dan daur ulang bagi lingkungan (PRAISE) dan pelaku industri makanan kemasan agar berkomitmen untuk mendesain ulang dan mengganti kemasan produk mereka agar tidak mencemari lingkungan.

Selain meluncurkan film animasi Pulau Akko, kampanye Ramadhan Bersih Sampah juga akan melakukan kegiatan lainnnya, seperti membagikan pesan di pasar modern agar pengunjung berbelanja menggunakan kantong belanja berulang, menempatkan drop box sampah terpilah di beberapa tempat, dan mengadakan program mudik tanpa sampah bekerjasama dengan Jasa Marga.

Penulis: Dewi Purningsih

Top
You cannot copy content of this page