Dayu Hatmanti, Peduli Populasi Hiu

Reading time: 1 menit
Dayu Hatmanti. Foto: greeners.co/Teuku Wildan

Jakarta (Greeners) – Hiu berperan penting untuk menjaga keseimbangan populasi satwa yang hidup di laut lepas. Sayangnya, populasi mamalia laut ini terus mengalami penurunan akibat perburuan yang berlebihan. Hal ini juga yang menjadi perhatian Miss Scuba International 2011 Dayu Prastini Hatmanti.

“Jumlahnya sekarang menurun drastis karena upaya penangkapan yang membabi buta dan tidak mempertimbangkan keseimbangan lingkungan,” kata Dayu saat ditemui Greeners di tengah diskusi film “Alam Berbicara” pada Rabu (11/11) lalu di Jakarta.

Memasuki tahun 2000-an, perburuan hiu semakin marak dilakukan di berbagai negara. Sirip hiu menjadi salah satu bagian dari tubuh hiu yang paling dicari karena memiliki nilai ekonomi tinggi. Sirip ini digunakan sebagai bahan utama untuk membuat sup sirip hiu.

Mengenai sup sirip hiu sendiri, Dayu berpendapat bahwa ada dua alasan kenapa orang memakan sup sirip hiu sebagai sajian di meja makan mereka, yaitu sebagai obat dan prestise.

Sup sirip hiu yang dianggap memiliki khasiat bagi kesehatan, ditanggapi Dayu sebagai mitos belaka. Menurutnya, telah banyak hasil penelitian dan para ahli yang menyatakan bahwa hiu justru mengandung bahan berbahaya untuk tubuh manusia.

Sementara untuk alasan kedua, Dayu menyatakan keheranan terhadap orang-orang yang mengutamakan prestise ketimbang kelestarian lingkungan. “Dua-duanya itu enggak masuk akal menurut saya,” katanya.

Perempuan yang kini aktif sebagai pembawa acara ini menyarankan agar masyarakat luas lebih peduli dalam menyikapi persoalan hiu. Dayu beranggapan bahwa akan sangat berbahaya bagi lingkungan jika ada salah satu makhluk hidup yang punah.

“Ketika dia memutuskan untuk berhenti dan tidak mengonsumsi (hiu), dia sudah memberikan kontribusi yang besar untuk dunia ini,” ujarnya.

Dayu juga berpendapat bahwa seharusnya manusia lebih menghargai keberadaan alam karena menurutnya, bukan alam yang membutuhkan manusia, tapi justru manusia lah yang membutuhkan alam untuk hidup.

“Ya namanya bergantung, kita mestinya ngebaik-baikin (alam) itu, kan? Jangan dirusak,” tegasnya.

Penulis: TW/G37

Top