Ringgo Agus Rahman; Overfishing Harus Segera Dihentikan

Reading time: 2 menit
Foto: Syaiful Rochman

Laut Indonesia menyimpan kekayaan yang luar biasa. Tidak hanya apa yang terkandung di dalamnya, melainkan juga pengalaman yang tidak ternilai harganya. Ringgo Agus Rahman pun mengamininya. Pertemuannya dengan laut membuatnya rajin menelusuri berbagai lokasi penyelaman di nusantara untuk mendapatkan pengalaman yang tidak akan ia lupakan seumur hidup.

“Kalau di darat, hak kita sering dibeda-bedakan oleh sistem dan semuanya, tapi kalau di laut kita semua punya hak yang sama untuk menghirup udara yang minim dari tabung gas yang kita bawa. Semua harus disyukuri,” katanya. “Nafas saja baru bisa disyukuri kalau kita di dalam laut,” imbuhnya lagi.

Enam tahun lalu, ia mengambil lisensi menyelam dari Professional Association of Diving Instructors atau PADI. Sudah beberapa kali pula ia menyelam untuk keperluan kenaikan level menyelam. Namun, hingga saat ini berhenti pada level rescue diver. “Untuk sementara. Pengennya sampai level instructor karena gue (saya) banyak ‘ngeracunin’ orang untuk diving,” ujarnya.

Mantan penyiar radio ini mengaku bahwa dengan menyelam, pikirannya jadi lebih terbuka. “Seperti melihat hidup baru. Maksudnya, kita sudah terlalu lama hidup di darat. Saling tidak peduli terhadap lingkungan yang lama. Dengan diving, kita akan bertemu dengan hal pertama yang paling kita cintai dan kita jaga,” katanya.

Pria yang lebih dikenal sebagai aktor dan presenter ini menyatakan tidak suka dengan orang yang membuang sampah ke laut, terlebih mencemari laut dengan bahan kimia berbahaya dengan mengatas namakan mata pencaharian. “Ada beberapa oknum yang kalau menangkap ikan pakai bom, sianida, dan segala macam. Itu efeknya langsung terasa. Tindakan overfishing (menangkap ikan berlebihan,Red.) juga harus segera dihentikan. Kelangsungan laut penting, lho, untuk kita,” katanya mengingatkan.

Ringgo pun berbagi pengalaman yang tidak mengenakan seputar kondisi terumbu karang yang pernah ia lihat. Salah satu yang masih lekat di ingatannya adalah kondisi Taman Nasional Pulau Komodo. Ia menyayangkan, bahwa status Taman Nasional tidak menjamin bahwa kawasan tersebut akan terjaga kelestariannya.

Pengagum spesies Hiu dan Pari Manta ini berharap pemerintah melakukan pengawasan yang lebih ketat terhadap kawasan laut, terutama yang masuk ke dalam kawasan taman nasional. “Berikan alternatif mata pencaharian lain yang layak kalau warga yang tinggal di kawasan taman nasional tidak boleh mancing disitu.”

Ia juga menyatakan ketidak sukaannya kepada para perusak laut. “Bagi para perusak laut, gue doain semoga elu (kamu) masuk angin setiap hari,” katanya dengan mimik serius.

(G08)

Top

You cannot copy content of this page