Uji Coba Kantong Plastik Berbayar Dilanjutkan

Reading time: 2 menit
Ilustrasi: nationofchange.org

Jakarta (Greeners) – Uji coba penerapan kantong plastik berbayar telah berakhir pada 30 Mei 2016. Uji coba penerapan tersebut akan dilanjutkan setelah dilakukan evaluasi dan pemaparan hasil survei oleh Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK).

Direktur Pengelolaan Sampah KLHK, R Sudirman menyatakan bahwa survei yang telah dilakukan pada tahap pertama sejak 21 Februari 2016 menyimpulkan bahwa ternyata pelaksanaan program uji coba tersebut telah mengubah perilaku warga dengan secara sukarela membawa kantong belanja sendiri.

Berdasarkan hasil survei tersebut pula, KLHK berencana untuk melanjutkan uji coba penerapan kantong plastik berbayar dengan memperluas jangkauan penerapannya. Perluasan ini juga merupakan dorongan dari Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia (Aprindo), anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR), Ombudsman Republik Indonesia dan Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI).

“Perluasan ini rencananya akan diterapkan awal Juni 2016. Secepatnya akan kita keluarkan lagi surat edarannya,” kata Sudirman saat ditemui di ruang kerjanya, Jakarta, Selasa (31/05).

BACA JUGA: KLHK: 67 Persen Konsumen Dukung Program Kantong Plastik Berbayar

Perluasan uji coba penerapan kantong plastik berbayar ini akan meliputi ritel-ritel non Aprindo, pasar tradisional, hotel dan restoran dan akan disusun kebijakannya. Menurut Kepala Subdirektorat Barang dan Kemasan KLHK, Ujang Solihin Sidik, KLHK akan mengundang 23 walikota yang berkomitmen melakukan uji coba penerapan kantong plastik berbayar pada tahapan pertama untuk memaparkan hasil evaluasinya.

Nantinya, hasil evaluasi ini akan menjadi dasar dari pertimbangan untuk menyelesaikan peraturan Menteri LHK terkait pengurangan penggunaan kantong plastik melalui program kantong plastik tidak lagi gratis (berbayar).

BACA JUGA: Botol dan Kemasan Plastik Akan Dikenakan Pajak

Terkait harga, Ujang menyatakan akan dilakukan kajian lebih lanjut lanjut mengenai penerapan besaran angka Rp 200 per satu kantong plastik atau angka ini akan naik mengikuti tawaran masyarakat sesuai hasil survei, yaitu antara Rp 2.000 sampai dengan Rp 5.000.

“Pada uji coba tahap pertama kemarin, meski KLHK memberkan patokan harga plastik per lembar minimal Rp 200, namun pelaksanaan di lapangan ada walikota yang menerapkan harga lebih tinggi. Seperti contoh di Ambon, kantong plastik dihargai Rp 2.500 sampai Rp 5.000, Balikpapan Rp. 1.500 dan Surabaya Rp 200 sampai dengan Rp 1.500,” katanya.

Penulis: Danny Kosasih

Top
You cannot copy content of this page