Harta Karun yang Tersisa di Pesisir Jakarta

Reading time: 2 menit
Jalak putih (Sturnus melanopterus). Foto: greeners.co/Ahmad Baihaqi

Suaka Margasatwa Muara Angke (SMMA) dan Hutan Lindung Angke Kapuk merupakan salah satu kawasan konservasi alami yang masih tersisa di Ibu Kota dan merupakan Hutan Mangrove terakhir di Jakarta. SMMA memiliki luas 25,02 Ha sedangkan Hutan Lindung Angke Kapuk mempunyai luas 44,76 Ha. Belum banyak masyarakat yang mengetahui kawasan ini karena memang areal kawasan ini dikelilingi perumahan mewah. Padahal, kawasan ini sebenarnya memiliki peran penting untuk menjaga laut Jakarta tetap terjaga dan mencegah terjadinya banjir pasang surut air laut.

Kedua kawasan ini memiliki banyak keragaman hayati yang sampai saat ini masih terjaga. Begitu banyaknya potensi yang dimiliki kedua kawasan ini menjadikan lokasi ini sebagai tempat favorit bagi berbagai jenis burung. Sekitar 117 jenis burung terdapat dikawasan tersebut, dan diantaranya ada dua yang dilindungi secara internasional, yaitu Bubut jawa (Centropus nigrorufus) dan Jalak putih (Sturnus melanopterus). Kedua burung tersebut saat ini berstatus terancam punah dan sangat terancam punah.

Bubut jawa (Centropus nigrorufus) berukuran 46 cm, berwarna gelap. Kepala, punggung, paruh, kaki serta ekornya juga berwarna hitam mengkilat, sedangkan sayapnya merah karat dan iris matanya berwarna merah. Makanan burung ini adalah serangga, siput, kelabang, kepiting kecil, telur burung, katak dan ular pohon, semua disantapnya.

Bubut jawa dapat dijumpai di daerah rawa-rawa di pinggir pantai, semak-semak paku laut, padang ilalang sekitar mangrove, semak dan padang rumput dekat aliran sungai. Burung ini merupakan jenis endemik Pulau Jawa atau hanya dapat ditemukan di Pulau Jawa.

Bubut jawa (Centropus nigrorufus). Foto: greeners.co/Ahmad Baihaqi

Bubut jawa (Centropus nigrorufus). Foto: greeners.co/Ahmad Baihaqi

Di Jakarta, bubut jawa hanya dapat ditemukan di kawasan SMMA dan Hutan Lindung Angke Kapuk. Makin sempitnya tempat hidup bubut jawa, dianggap sebagai ancaman utama untuk kelangsungan hidup burung ini. Habitat burung ini yang berada di kawasan pesisir mempunyai nilai ekonomi yang tinggi apabila diubah menjadi kawasan pemukiman, tambak, kawasan perindustrian atau pelabuhan.

Sementara itu, jalak putih (Sturnus melanopterus) berukuran sekitar 20-25 cm. Di alam, burung ini kebanyakan bersarang di lubang-lubang pohon. Populasi burung jalak putih sekarang ini sangat memprihatinkan, sehingga perlu adanya tindakan untuk melestarikan keberadaan jalak putih.

Jalak putih merupakan burung yang sangat terancam punah. Di kawasan Suaka Margasatwa Muara Angke, Jakarta populasi burung ini hanya diperkirakan berjumlah 4-6 individu. Status burung ini menurut IUCN adalah Critical Endangered atau sangat terancam punah. Burung jalak putih termasuk burung langka yang di lindungi oleh pemerintah Indonesia. Semoga kedua harta karun di pesisir Jakarta ini dapat terus terjaga kelestariannya.

Penulis: Ahmad Baihaqi/Indonesia Wildlife Photography

Top
You cannot copy content of this page