Kojo Bandung, Andalan Bandung Wujudkan Kota “Hijau”

Reading time: 2 menit
Kojo Bandung. Foto: dok. Kojo Bandung

Bandung (Greeners) – Kota Bandung dahulu dikenal sebagai kota yang sejuk dan asri dengan banyaknya pepohonan di tengah kota. Namun, seiring dengan berjalannya waktu, Kota Bandung berubah. Laju pembangunan kota dan pertumbuhan penduduk membuat kota yang pernah dijuluki Kota Kembang ini membuat jalanan kerap macet dan penanganan sampah menjadi salah satu isu utamanya.

Melihat kondisi tersebut, Kementerian Pekerjaan Umum (Kemen PU) melalui Direktorat Tata Ruang telah meluncurkan program pembangunan kota hijau (P2KH). Di Bandung, P2KH dikelola secara swadaya oleh kumpulan komunitas lingkungan yang ada di kota ini dengan nama Komunitas Hejo Bandung atau lebih dikenal dengan nama Kojo Bandung.

Aksi penghijauan Kojo Bandung. Foto: dok. Kojo Bandung

Aksi penghijauan Kojo Bandung. Foto: dok. Kojo Bandung

Menurut penuturan Encep R Marsadi selaku koordinator Kojo Bandung, Kojo Bandung telah terbentuk pada tahun 2012 dengan 83 komunitas lingkungan di Bandung. “Kojo dalam bahasa Sunda artinya andalan, sehingga kami berharap Kojo Bandung menjadi andalan untuk mencapai Bandung kota yang hijau,” kata Encep saat berbincang dengan Greeners beberapa waktu silam.

Untuk informasi, beberapa komunitas yang tergabung dalam Kojo Bandung diantaranya, Bike to Campus Bandung, PECI Cikapundung, Walagri, Komunitas Jaga Seke, dan komunitas yang bergerak di bidang lingkungan lainnya.

Kojo Bandung bersama Walikota Bandung, Ridwan Kamil (paling kanan). Foto: dok. Kojo Bandung

Kojo Bandung bersama Walikota Bandung, Ridwan Kamil (paling kanan). Foto: dok. Kojo Bandung

Dalam menjalankan setiap aksinya, Kojo Bandung mendapat dukungan dari Dinas Pemakaman dan Pertamanan (Diskamtam) Bandung. Dalam hal ini, Diskamtam bertindak sebagai mitra kerja P2KH yang didasari pada kesamaan tujuan kerja P2KH dan Diskamtam.

“P2KH mempunyai kaitan yang erat dengan Diskamtam,yaitu untuk mengelola dan meningkatkan ruang terbuka hijau di kota Bandung,” ujar Riela Fiqrina selaku Kasi Penataan Ruang Terbuka Hijau Diskamtam Kota Bandung.

Adapun program yang telah dilakukan oleh kumpulan komunitas ini diantaranya Green-green Gowes yang merupakan perpaduan gerakan kampanye bersepeda dan penanaman pohon. Selain itu, program ini juga pernah mengadakan pembuatan lubang biopori secara masal di titik tertentu, pembuatan taman vertikal di kawasan padat penduduk di kota Bandung dan mengadakan acara festival hijau.

Penulis: RA/G11

Top
You cannot copy content of this page