Kawasan Karst di Malang Selatan Terancam Rusak

Reading time: 2 menit
Goa Bangi Malang

Malang (Greenersmagz) – Kabupaten Malang merupakan salah satu daerah yang terdapat kawasan karst cukup luas. Ada ratusan gua yang tersebar di beberapa kecamatan, seperti Pagak dan Donomulyo. Di dalamnya, masih banyak yang terjaga keasliannya, baik ornamen gua seperti stalaktit dan stalakmit serta makhluk hidup di dalamnya.

Namun, ada beberapa gua yang sudah ditambang oleh masyarakat sekitar dan perusahaan kecil dengan mengambil bebatuan di dalamnya seperti Gua Karsono yang sudah di eksploitasi kekayaan di dalamnya. Ada pula gua yang dijadikan tempat pembuangan sampah seperti Gua Pardi. Ancaman lainnya adalah rencana pembangunan pabrik semen di Malang Selatan.

Dewan Daerah Walhi Jawa Timur, Purnawan D Negara, mengatakan, rencana pembangunan pabrik semen di Malang Selatan serta adanya Jalur Lintas Selatan merupakan bentuk ancaman nyata kerusakan kawasan karst di Malang Selatan. “Kawasan karst merupakan kawasan lindung yang harus tetap dijaga,” kata Purnawan saat membawa mahasiswanya kuliah terbuka di Gua Bangi, Malang, pekan lalu.

Menurutnya, kawasan Karst merupakan indikator biologis baik tidaknya ekosistem di atasnya. Hal itu bisa dilihat dari stalaktit dan stalakmitnya serta ornamen lainnya dan satwa di dalam gua. Selain ancaman dari rencana pembangunan pabrik semen, penambangan batu gamping dan pengambilan posfat yang tidak terkendali juga sangat mengancam kawasan karst yang menjadi rumah bagi air.

Purnawan menegaskan, kawasan karst terbentuk selama ribuan tahun, bahkan pembentukan stalaktit dan stalakmitnya berkisar antara 1-2 milimeter setiap 10 tahunnya. Karena itu, jika jalur lintas selatan nanti sudah jadi, maka akses perekonomian bagi pertambangan semakin terbuka, pun demikian bagi para wisatawan yang jika tidak dikendalikan bisa merusak gua-gua di kawasan karst.

Walhi meminta pihak Pemerintah Kabupaten Malang lebih bijak dan konsisten dengan tata ruangnya. Sebab, kata Purnawan, penambangan pasir besi di kawasan lindung Bajulmati menyalahi tata ruang yang telah ditetapkan.

 

Pabrik Semen

Kepala Kantor Penanaman Modal Pemerintah Kabupaten Malang, Kukuh Banendro, mengatakan, PT Senopati Dirgantara Perkasa dengan menggandeng investor asing dan domestik siap menggelontorkan investasi Rp 3-4 triliun untuk membangun pabrik semen di Malang.

Menurutnya, investor berminat membangun pabrik semen karena terdapat ribuan hektare bahan baku semen di Malang Selatan yang merupakan kawasan karst. Selain PT Senopati, kata Kukuh, Grup Bosowa juga berminat membangun pabrik semen yang pada tahun 2007 lalu hendak berinvestasi Rp 1,5 triliun sampai Rp 2 triliun.

Sementara itu, hasil studi kelayakan yang dilakukan Dinas ESDM dan Lingkungan Hidup Malang pada April-Desember 2005 lalu. Diperkirakan potensi bahan baku semen yang terdapat di Kabupaten Malang sebanyak 60 miliar meter kubik.  Semua potensi bahan semen di Malang bisa ditambang selama 600 tahun, dengan asumsi eksplorasi dua juta meter kubik per tahun. “Sementara yang bakal ditambang hanya 25 miliar meter kubik,” katanya.

Ikatan Pecinta Alam (Impala) Universitas Brawijaya (UB), pernah melakukan pendataan jumlah goa di kawasan Kecamatan Donomulyo dan sekitarnya. Di sana terdapat lebih dari 180 gua yang berada di kawasan karst dan masuk di wilayah Desa Kedungsalam, Kecamatan Donomulyo.

Menurut Imron Fauzi, dari Impala UB,  Karst di selatan Jawa Timur membentang dari Malang, Blitar, Tulungagung, Trenggalek, Pacitan, hingga ke Wonogiri dan Gunung Kidul. Sementara di wilayah timur, Karst ada di Banyuwangi. Sedangkan di utara berada di Tuban, Bojonegoro hingga ke Gresik. “Sayangnya, banyak kawasan Karst yang rusak dan gersang,” ucapnya. (G17)

 

Top